Saturday, November 5, 2011 at 5:41pm
Netta kecilku yang cantik...
Selalu menemaniku, dengan senyum manis dan rengekan manjanya
"Bunda, adek mau susuuuu...." dan dia menatap penuh harap dengan mata bola yang berkedip-kedip....
"Bunda, adek mau peymeeenn". lagi-lagi senyum cantiknya menggodaku..
Ah, anakku sayang... bagaimana bisa aku menolak keinginanmu..
Netta kecil selalu memelukku di saat sedih melanda... Believe it or not, pernah suatu saat aku menangis tersedu-sedu di dalam peluknya, dan tangan mungilnya membelai kepalaku sambil berkata "Bunda jangan menangis, adek ada di sini...". Bayangkan seorang anak kecil berusia kurang dari 4 tahun, mampu melakukan hal seindah itu..
Netta kecil selalu menjadi pelipur laraku.. saat dia membela kakaknya yang kena omelanku, dan Netta kecil memilih bersama kakaknya untuk bersatu "memusuhiku"... Ah, putri kecilku sang pembela yang lemah
Pernah suatu saat, aku tiba di rumah dalam kondisi basah kuyup kehujanan, saat membuka pintu rumah wajahnya begitu khawatir.. Netta memelukku, dan dengan gaya "tua" meminta pembantu RT kami untuk membuatkanku teh manis yang hangat. Netta lalu membimbingku ke dalam rumah, dan bilang "Bunda mandi dulu, nanti bisa masuk angin, nanti kalo sudah mandi, minum teh ama adek ya...". Bisakah kau bayangkan seorang anak kecil berusia kurang dari 4 tahun melakukan hal se-keibuan itu...?
Yang paling selalu membuatku terharu adalah kesetiaannya menemaniku. Saat diajak jalan ke mall oleh anggota keluarga lain, Netta akan berbalik menatapku dan baertanya "Bunda ikut ngga?" dan saat kujawab "Bunda ngga ikut, sayang", maka Netta kecilku akan bilang ke si pengajak "adek ngga ikut deh, mau nemenin Bunda aja".
Netta adalah malaikat kecil yang diutus Allah untukku. Saat dia meminta perhatianku, terkadang aku masih sibuk dengan pesan-pesan di BB ku, saat Netta membangunkanku tengah malam untuk minta susu kadang tak kukabulkan dengan kalimat "Bunda ngantuk, dek, capek...boleh minum susunya besok pagi lagi?" dan dia bilang "iya deh, tapi adek boleh isap jayi [baca:isap jari] kan, Bunda?". Ah.. bayangkan, Bunda macam apa aku ini...
Tapi Netta tidak pernah sekalipun meninggalkanku. Akulah yang meninggalkannya untuk bekerja, setiap hari.
Netta sayang, Bunda berjanji akan selalu memperbaiki diri Bunda untuk lebih memperhatikanmu, meluangkan waktu untuk bermain denganmu, dan mendidikmu menjadi putri yang tegar, kuat, bijaksana, sholehah, pelindung, dan segala yang terbaik selalu kumintakan bagimu dan kakak Naufal...
Amin Ya Rabb....
"Bunda, adek mau susuuuu...." dan dia menatap penuh harap dengan mata bola yang berkedip-kedip....
"Bunda, adek mau peymeeenn". lagi-lagi senyum cantiknya menggodaku..
Ah, anakku sayang... bagaimana bisa aku menolak keinginanmu..
Netta kecil selalu memelukku di saat sedih melanda... Believe it or not, pernah suatu saat aku menangis tersedu-sedu di dalam peluknya, dan tangan mungilnya membelai kepalaku sambil berkata "Bunda jangan menangis, adek ada di sini...". Bayangkan seorang anak kecil berusia kurang dari 4 tahun, mampu melakukan hal seindah itu..
Netta kecil selalu menjadi pelipur laraku.. saat dia membela kakaknya yang kena omelanku, dan Netta kecil memilih bersama kakaknya untuk bersatu "memusuhiku"... Ah, putri kecilku sang pembela yang lemah
Pernah suatu saat, aku tiba di rumah dalam kondisi basah kuyup kehujanan, saat membuka pintu rumah wajahnya begitu khawatir.. Netta memelukku, dan dengan gaya "tua" meminta pembantu RT kami untuk membuatkanku teh manis yang hangat. Netta lalu membimbingku ke dalam rumah, dan bilang "Bunda mandi dulu, nanti bisa masuk angin, nanti kalo sudah mandi, minum teh ama adek ya...". Bisakah kau bayangkan seorang anak kecil berusia kurang dari 4 tahun melakukan hal se-keibuan itu...?
Yang paling selalu membuatku terharu adalah kesetiaannya menemaniku. Saat diajak jalan ke mall oleh anggota keluarga lain, Netta akan berbalik menatapku dan baertanya "Bunda ikut ngga?" dan saat kujawab "Bunda ngga ikut, sayang", maka Netta kecilku akan bilang ke si pengajak "adek ngga ikut deh, mau nemenin Bunda aja".
Netta adalah malaikat kecil yang diutus Allah untukku. Saat dia meminta perhatianku, terkadang aku masih sibuk dengan pesan-pesan di BB ku, saat Netta membangunkanku tengah malam untuk minta susu kadang tak kukabulkan dengan kalimat "Bunda ngantuk, dek, capek...boleh minum susunya besok pagi lagi?" dan dia bilang "iya deh, tapi adek boleh isap jayi [baca:isap jari] kan, Bunda?". Ah.. bayangkan, Bunda macam apa aku ini...
Tapi Netta tidak pernah sekalipun meninggalkanku. Akulah yang meninggalkannya untuk bekerja, setiap hari.
Netta sayang, Bunda berjanji akan selalu memperbaiki diri Bunda untuk lebih memperhatikanmu, meluangkan waktu untuk bermain denganmu, dan mendidikmu menjadi putri yang tegar, kuat, bijaksana, sholehah, pelindung, dan segala yang terbaik selalu kumintakan bagimu dan kakak Naufal...
Amin Ya Rabb....
No comments:
Post a Comment