Thursday, May 17, 2012

mengeluhlah... lalu bangkit

Sunday, December 5, 2010 at 5:44pm

Seorang teman selalu mengeluhkan berbagai permasalahan yang dialaminya. Atasannya yang tidak menghargai hasil pekerjaannya, yang tidak pernah cukup memberi arahan, yang lebih menyukai rekan kerja lain dibanding dirinya, yang terlalu sibuk untuk memahami segala hal yang terjadi di lingkungannya, sering menginstruksikan hal-hal yang tidak masuk akal, bla, bla, bla...

Seorang teman lain selalu mengeluhkan kehidupan pribadinya. Kekasihnya yang kerap tidak mengerti dirinya, kurang memberi perhatian, tidak menunjukkan perasaan cinta, selalu berbohong, pelit, tidak mau bersikap manis saat sedang hang out bersama teman-teman lain, belum mau melamar, tidak setia, bla, bla, bla..

Sahabat saya selalu dipusingkan dengan pekerjaannya yang dianggap terlalu menyita waktu, suaminya yang tak baik, anak-anaknya yang sulit diatur, staf-staf yang tidak bisa memenuhi harapannya, lingkungan kerja yang tidak menyenangkan, gaji yang tidak memadai, bla, bla, bla...

Saya selalu senang dengan permasalahan yang diceritakan orang lain. Selain mengasah empati, menambah pengetahuan, membantu yang bersangkutan untuk sedikit mengurangi beban pikirannya... Menurut saya semua permasalahan itu mencerminkan beberapa aspek di diri saya juga. Terkadang saya tersenyum dan bergumam "eh, masalah kita kok sama ya" atau "ealaaahh, gw jugaaaa!!" Atau "yang bener loh, nyindir gue yaaa!!?". Gitu deh..

Selama ini beberapa teman dengan setia mencurahkan segala permasalahan hidupnya kepada saya, dan sebaliknya juga saya curhat habis-habisan dengan mereka. Pada dasarnya, saya memegang teguh azas sharing di dalam kehidupan ini. Saya berpendapat, sebuah masalah yang dishare dengan orang yang tepat, akan sangat meringankan beban berat di kepala, minimal setengahnya... Walopun terus terang saja, tidak semua ada solusinya :D

Kalimat yang paling sering saya sampaikan ke para sahabat adalah:
1. Segala hal yang terjadi padamu adalah kehendak zat Maha Tinggi, dan sudah merupakan rencana terindah yang diberikan Nya padamu.
2. Jika kau membuka lebar hatimu, membiarkan jiwamu bebas, maka kau akan menemukan banyak hal yang dapat dipelajari dari semua masalah yang menimpamu.
3. Tak ada satupun hal yang terjadi secara kebetulan, segalanya pasti ada tujuannya, hanya diri kita terkadang terlalu "sempit" dalam memandang sesuatu.
4. Jika tiba-tiba masalah datang beruntun dan tak terkendali, maka pilahlah! Segala yang tak bisa kau intervensi, maka itu bukan masalahMU. Lepaskanlah, dan biarkan pemilik masalah sesungguhnya yang menyelesaikannya.
5. Waktu adalah musuhmu. Segala yang kau harapkan, akan terjadi pada saat yang tepat, hanya waktu yang bisa membuatnya nyata.
6. Seribu kegagalan merupakan seribu cara yang salah dalam mengupayakan sesuatu. Tapi jangan khawatir, semua kegagalan itu akan membawamu ke berjuta kesuksesan, asal kau mau belajar dari kesalahanmu.

(Nomor berapa sekarang?) O, ya... Nomor 7: jangan menyalahkan orang lain untuk segala kegagalanmu. Itu berarti kau bukan orang yang bisa menerima kenyataan.
8. Mengenai rejeki (terkait pekerjaan, uang, jodoh, anak, posisi, kekuasaan, dll), percayalah... Jika itu bukan milikmu, maka walaupun kau mengerahkan seluruh hidupmu, dan seluruh makhluk di alam semesta ini untuk mendapatkannya, tidak akan kau dapatkan yang kau inginkan. Sebaliknya jika itu memang milikmu, segalanya akan berada di genggamanmu, walaupun seluruh dunia menentangnya. 'Khusus yang ini, saya ngutip pak uztad..hehehe'

Saya selalu mengingat 8 hal itu di saat kesialan menimpa... Dan 8 hal itu juga yang selalu menjadi kalimat ajaib yang saya share ke para sahabat yang sedang dirundung masalah. Bagi sebagian orang, itu hal klise yang hanya jadi ucapan penenang dan tak mudah dilaksanakan. It's easy to say, they said... Yes, indeed...

Buat saya, segala solusi, awalnya merupakan kata-kata bijak yang terangkai, bisa hasil mengutip, bisa hasil pemikiran sendiri, atau nasehat dari orang sok tahu seperti saya :) But still, it help... For me at least....

Jangan sampai terjebak menjadi manusia tertutup, belajarlah menjadi buku terbuka yang dapat dibaca oleh orang lain, dan kemudian menjadi pelajaran berharga untuk dipikirkan atau diterapkan.
Semua ucapan kita belum tentu dianggap benar dan baik bagi orang lain, tapi jika niat kita tulus, maka segala yang terbaik akan muncul dan memberi manfaat bagi sebagian orang.

Bagi saya, suatu masalah adalah bahan baku utama dalam proses pendewasaan diri dan pada saatnya nanti akan saya bagikan pada orang lain dan generasi penerus saya.

Jadi, selamat menemukan masalah dalam hidupmu dan belajarlah memecahkannya!!

No comments:

Post a Comment