Tuesday, May 15, 2012

Hidup itu pilihan

Kehidupan itu terus berputar. Saat kita merasa berada di ujung keputus-asaan, Tuhan datang dan membimbing kita, menunjukkan jalan yang terindah. Itu teorinya...

Seharusnya semuanya menjadi mudah. Karena semuanya sudah tertulis di buku takdir. Semuanya telah ditetapkan bahkan saat kita belum terlahir ke dunia ini. Hidup adalah pilihan, kata orang. Maka pilihlah yang baik saja. Jangan sampai kau memilih yang salah dan lalu menyalahkan Tuhan atas kesialanmu. Itu salahmu sendiri. Kamu memilih untuk menjadi tidak baik.

Mudah  bagi seseorang yang sudah mengalami segala yang terburuk, untuk menjalani yang terbaik. Karena tentunya dia takkan mau lagi berada di tempat yang terburuk itu lagi, kecuali jika dia sangat bodoh sampai kembali terjerumus di tempat yang tidak dia inginkan untuk kesekian kalinya. Namun beberapa orang memutuskan untuk meloncat kembali ke dalam lembah keburukan setelah berpikir, "saya tidak akan bisa mendapatkan yang terbaik".

Well, kamu salah kawan....
Segala yang terbaik akan datang pada saat yang tepat, dengan orang yang tepat. Tidak akan meleset. Panah takdir akan meluncur ke arahmu dan tepat menembus kepalamu. Tidak akan meleset sama sekali.

Saya adalah salah satu orang yang sudah merasakan sepotong bagian buruk dari kehidupan. Dan saya sudah menyerah. Bukan menyerah untuk hidup. Bukan menyerah dan kemudian layu. Tapi saya menyerahkan segalanya pada Dia yang telah meniupkan napas kehidupan pada saya. Apapun yang Dia inginkan untuk saya jalankan, akan saya jalani dengan seluruh  jiwa raga. Saya perlu ingat, Dia memberikan yang terbaik. Dan hal yang buruk pastilah berasal dari saya.

Cinta. Cita. Benci. Cemburu. Bahagia. Marah.

No comments:

Post a Comment