![]() |
| Sebuah pantai tanpa nama di Kota Kupang, NTT. Awal Desember 2011. |
Suka dengan pasirnya. Pasir putih, abu-abu, coklat.
Suka dengan satu garis horisontal yang seolah menjadi batas antara langit dan bumi.
Suka dengan awan yang bebas berarak tanpa terbatasi oleh gedung tinggi atau apapun.
Suka dengan suara deburan ombak yang bisa tiba-tiba bergerak liar dan mengejar kaki-kaki kita.
Suka dengan hembusan angin yang mempermainkan pakaian kita, hingga berkibar seperti ingin melepaskan diri.
Suka dengan udara romantis yang terhirup saat sedang termenung di pinggirannya.
Suka dengan makhluk laut yang terdampar di pasir, bergerak bebas mencoba kembali ke laut.
Suka dengan panasnya mentari yang membakar kulit.
Suka dengan rasa damai yang menyeruak saat memandang ke kejauhan.
Suka dengan "keluasan" yang seolah tanpa batas.
| Pantai Indrayanti, Jogjakarta. Awal November 2012. |
Aku senang bermain dengan ombaknya.
Senang menenggelamkan tubuhku ke air lautnya.
Senang dengan pasir dan bebatuan yang terasa di kakiku saat berjalan ke kedalaman.
Pantai itu selalu penuh cinta.
Udara pantai seperti sebuah mekanisme pencuci hati, yang seketika bisa membuat hati tenang saat berada di sana.
Kita bisa seolah berbicara dengan angin di sana, mencurahkan segalanya pada Sang Angin.
Aku suka bermain dengan ombaknya.
Ombak itu seperti menggoda. Mengajak bercengkrama.
Saat dia berhasil menyentuh kaki kita, seolah dia berlari menjauh dan kembali mengejar kita.
Aku suka dengan Sang Mentari.
Saat siang, dia begitu garang menyinari pantai dan membuat semua mata memicing dan akhirnya semua kulit akan mengelupas dan menghitam saat tak dilindungi dengan krim khusus "penolak dampak matahari". :)
Buatku, matahari terindah adalah saat dia muncul pertama kali di pagi hari, dan tenggelam di akhr hari. Terlihat di antara garis horisontal yang menjadi batas bumi dan langit. Warna jingga, begitu hangat.
Matahari seperti mengajarkan filosofi hidup, bahwa apapun yang terjadi hari ini, baik dan buruk, akan tenggelam bersama hilangnya matahari di balik garis langit. Hari esok sudah menanti. Maka berhentilah menyesali semua yang sudah terjadi, buat sejarah baru bersama dengan terbitnya matahari dari garis langit.
Yeah...
Aku suka sekali pantai... laut.... angin.... ombak.... pasir....


No comments:
Post a Comment