Aku benci dengan semua wanita selain ibumu dan
adikmu dan ibuku dan kakakku
Semua wanita yang berada di dekatmuAtau jauh tapi masih terjangkau dengan teknologi yang ada
Yang bisa membuatmu tersenyum dan berlama-lama dengan mereka
Yang bicara dengan nada genit padamu dan kau balas juga sama genitnya
Yang menyentuhmu dengan niat busuk di kepala mereka
Aku benci dengan caramu menanggapi pembicaraan mereka
Aku benci dengan kesopananmu menghadapi mereka
Membuat mereka merasa nyaman di dekatmu
Membuat mereka merasa diperhatikan olehmu
Membuat mereka merasa disukai olehmu
Yang hingga saat ini masih terus berbicara denganmu
Yang sampai sekarang masih terus berharap bisa berdekat-dekat denganmu
Yang selalu mencari celah agar dapat mendapatkan perhatianmu
Yang akhirnya akan selalu menjadi bagian hidupmu
Karena Tuhan sudah mempertemukan mereka denganmu
Karena Tuhan sudah mempertemukan mereka denganmu
Aku benci bagaimana kita "terlambat" dipertemukan
Hingga mereka bisa masuk terlebih dulu ke kehidupanmu
Menjadi orang yang dulu pernah kau sukai, bahkan mungkin kau cintai
Aku benci membayangkan bagaimana dulu kau pernah bersama mereka
Aku benci dengan semua yang sudah terjadi dan tak bisa kuubah
Pada akhirnya aku menyadari, dirikulah yang paling kubenci
Aku benci pada rasa cemburu, dengki, insecure, dendam, prasangka
Yang begitu dalam melekat di diriku
Menari-nari liar di kepalaku
Meracuni pikiran dan alam bawah sadarku
Dirikulah yang paling kubenci
Karena tak mampu melawan semua kebencian ini
Karena tak mampu menata perasaan dan mengabaikan semua prasangka
Karena tak mampu menutup hati dari segala yang terburuk
Karena memilih menikmati rasa benci
Aku benci
No comments:
Post a Comment