Monday, April 23, 2012

Sombong

Gue percaya, segala sesuatu itu ada alasannya..

Akhir-akhir ini rasanya kondisi kantor sangat tidak nyaman.. dan bukannya tanpa alasan.
Awalnya hanya karena seorang teman yang becandanya ngga asik. Lalu seorang teman yang baru bergabung, juga menimbulkan perasaan ngga asik. Lebih karena cara berpikir yang beda dan kami tidak sepakat mengenai kesukaan atau ketidaksukaan terhadap seseorang.. Ketidaksamaan itu menimbulkan ketidaknyamanan..

Buat gue, ngga masalah kalo ngga sama, tapi gue juga ngga bisa memaksakan untuk berteman dengan orang yang ngga punya kesamaan ama gue. Paling engga, harus ada kesamaan, biar ngobrolnya nyambung. Perbedaan boleh ada, ya namanya juga manusia, pasti unik, ngga ada yang sama persis.. malah perbedaan itu perlu, untuk saling mengingatkan, saling mempelajari, jadi ngga kaget lagi kalo ketemu manusia tipe itu.

Gue sadar banget, ada sisi egois yang besar di dalam diri gue, dan di diri sebagian besar manusia lain pada umumnya. Kita itu ngga suka ditentang. Kita ngga suka kalo ada orang yang beda ama kita, dan terus terang menunjukkan "ketidak-samaan" nya. Kepala kita akan bilang "belagu nih orang"... Lantas gue pikir-pikir lagi, yang belagu itu siapa? Siapakah dirimu yang merasa bahwa semua orang harus setuju sama semua pemikiran lo? Yang egois itu elo...

Gue sadar banget, ada bibit sombong dalam diri gue. Pernah suatu waktu gue bilang "apa sih yang gue ngga bisa?" bayangin betapa sombongnya manusia satu ini. Beberapa kali pekerjaan temen-temen gue bikin gregetan, karena rasanya kalo gue yang mengerjakan, pasti udah kelar.. Sampai akhirnya gue misuh-misuh di belakang mereka dan sibuk sekali membandingkan mereka dengan gue yang super hebat. Memang gue punya pemikiran yang sangat praktis, cepat, dan nyaris tanpa mikir panjang.. itu jadi kelebihan gue dan pada akhirnya juga merupakan kelemahan gue. Kecepatan itu membuat gue jadi ngga sabaran, serba ingin cepat, nyaris ngga bisa menunggu, dan itu membuat orang lain bisa sebel bisa suka. Buat yang biasa kerja cepat dan membutuhkan arahan langsung, gue OK, tapi buat orang yang ngga suka buru-buru, berpikir panjang, gue sama sekali ngga asik.

Gue ngga mau jadi orang yang sombong, nganggap enteng orang lain. Gue pengen jadi orang yang low profile. Ngga keliatan terlalu cadas. Ngga terlalu menuntut. Gue ingin jadi orang yang disukai orang lain. Isn't that everybodys' will? 

Kadang gue ngerasa lucu aja, gue suka berlaku sebaliknya dari yang gue katakan. Gue selalu bilang, jangan sombong, apa yang mau disombongin? Ternyata gue yang sombong. Gue selalu bilang bahwa ngga mungkin kita bisa menyenangkan semua orang. Ternyata gue lah yang sibuk berusaha menyenangkan semua orang. Gue lah yang palsu. Gue selalu bilang, gue kuat, karena gue ngga pernah mikirin apa kata orang tentang gue... ternyata gue sangat mikirin apa kata orang tentang gue.

Tapi apakah itu artinya gue ngga baik sama sekali? Temen gue banyak. Gue punya sahabat. Gue punya pengagum. Gue punya orang-orang sekeliling gue yang sangat menghargai gue. Atasan gue menganggap gue bisa kerja, bisa diandalkan. Bawahan gue juga menganggap gue pemimpin yang cukup baik, bersih, dan ngga ngerepotin. Hanya terkadang gue pikir, apa iya itu semua adalah diri gue? Atau hanya sekedar imej yang gue ciptakan untuk tampilan luar gue?

Akhirnya kembali ke bentukan gue sebagai manusia. Gue egois. Gue manusia biasa. Berusaha terus memperbaiki diri. Mengakui kekurangan diri sendiri. Mengurangi menyakiti orang lain. Mengisi hari-hari dengan cinta. Berbagi dengan sesama. Menyenangkan orang lain. Menjaga perasaan teman. Mengurangi marah, sombong, dengki, dan dendam. Menyembuhkan luka. Berbuat yang baik setiap harinya. Berharap segala sakit yang terjadi adalah penebus dosa-dosa gue di masa lalu. Yang terpenting adalah berusaha memperbaiki diri, sebelum saatnya tiba untuk ketemu dengan Sang Pencipta.

Ada kutipan bagus: kita menjadi seperti sekarang karena Allah melindungi aib kita. Maka tidak usah sombong.  Kalo Allah menghendaki, terbuka semua keburukan kita. Selesai.

 

No comments:

Post a Comment